BAJINGAN & SONTOLOYO

Mungkin Anda sempat tersentak dgn judul tulisan ini, kasar betul…

Ya, kedua kata ini, Bajingan & Sontoloyo, memang lekat dengan cacian, makian, umpatan, dan sumpah serapah. Baca lebih lanjut

TRANSFORMASI GABAH MENJADI NASI

Pernahkan Anda merenungkan nasi di hadapan Anda, darimana ia berasal?

Berawal dr Gabah yg dijadikan benih, ia mengawali proses transformasi. Seraya mengolah sawah, petani menyemai benih. Lalu benih tumbuh menjadi bibit. Berselang 2minggu, petani mencabut bibit itu (ndaut) lalu menanamnya (tandur) di tanah sawah yg sebelumnya diluku, digaru, dan nampeng. Baca lebih lanjut

ANTARA DAWET AYU & SEMAR-GARENG

13012686_10208324902712209_2229049522197715462_nKalo kita perhatikan, setiap gerobak Dawet Ayu Banjarnegara selalu dilengkapai dengan 2 tokoh punakawan Semar dan Gareng.

Ternyata, kedua tokoh ini dipasang merupakan simbol harapan dan doa bagi si penjualnya. Loh kok?

Begini, dalam Kalender (Penanggalan) Pertanian Jawa dikenal ada Pranatamangsa, yang dikaitkan dengan kepentingan bercocok tanam.

Dalam Penanggalan Pranatamangsa ini dikelompokan menjadi 4 mangsa, yaitu :

Baca lebih lanjut

DEREB & BAWON

Dalam proses panen padi di Jawa, biasanya petani akan meminta bantuan tetangga sekitar untuk “dereb” alias memetik padi di sawah, dimana hasil upahnya nanti adalah juga berujud hasil petik itu. Upah derep tersebut disebut bawon.

Upah derep yang berujud bawon gabah ataupun bawon padi tersebut dihitung berdasarkan perbandingan hasil petikan padinya. Baca lebih lanjut

BELI PASTA GIGI, GRATIS SIKAT GIGI

Sebuah perusahaan produsen pasta gigi berhasil menggenjot produksinya dengan menjual paket BELI PASTA GIGI GRATIS SIKAT GIGI.

Model promosi yang diluncurkan ini ternyata dapat menarik minat calon pembeli untuk untuk membeli paket ini.Dari data yang diperoleh, penjualan pasta gigi pada periode promosi itu mencatat kenaikan penjualan yang signifikan.

Fakta yang mengejutkan lagi, keberhasilan penjualan paket ini diikuti dengan meningkatnya penjualan pasta gigi 6 bulan berikutnya.Produksi pasta gigi selama 6 bulan berikutnya hampir sama dengan kenaikan hasil penjualan paket, meski tidak sama persis.

Keberhasilan promosi ini membuat perusahaan kompetitor menurunkan seorang intelejen pasarnya untuk mempelajari kesuksesan model promosi yang diluncurkan pesaingnya itu. Siang malam sang inteljen terus mengumpulkan fakta dan menganalisanya. Baca lebih lanjut

Kerbau, Kelelawar, dan Cacing

Suatu hari seorang malaikat datang menghampiri seekor kerbau kemudian bertanyalah malaikat itu kepada si kerbau, “ Hai kerbau, Allah ciptakan kau sebagai kerbau, dimanfaatkan oleh manusia, berkubang lumpur, apakah ke mensyukuri akan keadaanmu saat ini?” menjawablah si kerbau, “ wahai malaikat, aku sungguh bersyukur atas keadaanku kini.  Aku bersyukur Allah ciptakan aku sebagai kerbau, dan aku bersyukur Allah tidak menciptakan aku sebagai kelelawar. Kau lihat kelelawar wahai malaikat, ia tidur dengan menggantung dan mandi dengan air kencingnya.”

Mendengar jawaban kerbau, malaikatpun berlalu menghapiri kelelawar, dan malaikat bertanya, “Hi kelelawar, betulkah kau tidur dengan menggantungkan kakimu, kau mandi dengan air senimu. Apakah engkau mensyukuri keadaanmu saat ini ?, Kelelawarpun menjawab, “Wahai malaikat, aku sungguh mensyukuri keadaanku saat ini, Allah ciptakan aku sebagai kelelawar.  Betul apa katamu, aku tidur dengan menggantugkan kakiku, dan aku mandi dengan air seniku, tapi Allah mentakdirkan aku dapat melihat dalam kegelapan sehingga aku leluasa terbang di malam hari. Coba kau lihat cacing, ia berjalan dengan perutnya, aku bersyukur tidak Allah ciptakan sebagai dirinya”.

Malaikat mengangguk dan berlalu menghampiri cacing, lalu bertanya, “Hi cacing, Allah ciptakan engkau berjalan dengan perutmu, apakah kau mensyukuri keadaanmu saat ini ?” Dan cacing pun menjawab, “Biarpun Allah menciptakanku sebagai cacing yang berjalan dengan perut, tapi aku sangat mensyukurinya, coba kau lihat manusia. Allah ciptakan manusia sebagai mahluk yang paling sempurna, Allah mengutus Rasul dan menurunkan firmanNya untuk mereka, tapi tetap saja manusia enggan bersyukur dan banyak yang ingkar terhadap perintahNya.”

Sekelumit cerita yang ditulis oleh seorang siswa Jordan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Adhyaksa Dault, Saat masih menjabat sebagai Menpora RI.

Tandan Pisang Seribu Sisir

pak Slamet yg bersahaja

“Pak, kalau bapak berkenan, saya akan nitip satu tandan pisang ambon untuk tambahan menu anak-anak penderita gizi buruk, pisangnya sudah tua pak, Insya Allah untuk tanggal 9 juli nanti, sudah mateng.” pak Slamet menatapku, dan “Monggo pak mampir ke gubugku…..”

Perkenalanku dengan pak Slamet, pria 60 thaun yang sehari-hari sebagai merbot (penjaga) mushola, terjadi Jumat (3/07/09) sekitar jam 10 pagi. Saat itu aku berkunjung ke rumah donatur dan beliaulah yang menemaniku ngobrol.

Melihat keseriusan pak Slamet , aku pun meluncur ke rumah beliau yang jaraknya sekitar 500m dari rumah donatur.   Sesampainya di gerbang Pemakaman Tionghoa, kami berhenti dan pak Slamet terlebih dahulu turun, “Mari pak, masuk ke dalam..”

Aku terus mengikuti pak Slamet memasuki kebun singkong dan pisang. Karena terkesima dan sedikit bingung aku tertegun, dimanakah rumah pak Slamet. Di tengah rimbunnya pohon pisang, nampak reruntuhan rumah mewah. Nampak kokoh berdiri tembok rumah itu tanpa ada atap, tanpa ada kusen jendela dan pintu. rimbun…. tak nampak bekas komplek rumah mewah. tembok yang kokok itu sudah tak puith lagi, dimana-mana terilhat coretan tangan-tangan iseng. Di salah satu sudut ruangan terlihat tungku dari tumpukan batu bata dan panci yang hitam legam. Barangkali ini perbuatan pak slamet disaat mengelola kebunnya. Dan akupun kehilangan jejak pak Slamet. kemanakah beliau….???????? aku terus berjalan mengikuti jalan setapak ke belakang bagian rumah yang runtuh itu, yang ada tanaman singkong dan pisang. Tiba-tiba terdengar suara kaset sholawat dari balik tembok, nah…… ini dia pak Slamet, pikirku. Baca lebih lanjut